BALIKPAPAN-KONI Balikpapan tetap mengusung misi jadi juara umum, pada Pekan Olahraga Provinsi Kaltim VII di Kabupaten Berau tahun depan. Ketua Harian KONI Balikpapan Muslimin Amin mengatakan, induk organisasi olahraga di Kota Beriman ini butuh anggaran Rp 12 miliar untuk mewujudkan mimpi juara umum.

“Anggarahn itu untuk kebutuhan persiapan atlet dan perlengkapan atlet,” kata Muslimin selepas audiensi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan, Senin (22/11) siang.

Muslimin menambahkan, KONI Balikpapan juga sudah siap dengan kemungkinan terburuk, jika anggaran yang diberikan tak sesuai harapan. Salah satunya adalah dengan memberangkatkan atlet yang memang punya potensi merebut medali. “Artinya memang akan ketat seleksinya. Hanya mereka yang masuk zona medali yang mendapat tiket ke Berau (Porprov VII Kaltim),” ungkap dia.

Kendati kuota atlet bakal dikurangi, Muslimin berharap semangat atlet tak ikut menurun. Justru, dengan kuota yang minim, dia ingin atlet bisa tampil sebaik mungkin. “Harusnya jadi motivasi lebih bagi mereka, karena kuotanya memang tidak banyak,” beber dia.

Kepala DPOP Kota Balikpapan Doortje Sorta Susani Marpaung menambahkan, pemerintah menyambut baik target KONI Balikpapan merebut gelar juara umum Porprov VII Kaltim. Apalagi, selama enam kali pelaksanaan, Kota Beriman memang belum sekalipun menjadi juara umum.

Doortje juga memahami, ketersediaan anggaran juga jadi salah satu faktor penting untuk menopang ambisi juara umum Balikpapan. Namun, dia juga menyebut, anggaran bukan satu-satunya faktor penentu.

“Soal anggaran nanti pasti akan perhitungan yang logis dan patut. Kita juga akan bahas ini dengan DPRD Balikpapan dan Wali Kota Balikpapan,” terang dia.

Tak hanya itu, penerapan SIPD dalam proses penyusunan anggaran, disebut Doortje juga membuat pemerintah kini lebih berhati-hati. Sebab, usulan harus dibuat sedetail mungkin.

Hanya, DPOP Balikpapan dan KONI Balikpapan, lanjut Doortje kemungkinan besar hanya akan menyertakan 620 orang pada Porprov VII Kaltim di Berau, November tahun depan. Rinciannya, 485 atlet, 25 ofisial dan 110 pelatih.

“Ini semua belum final, bahkan kita sempat memasukan 900 lebih. Kita akan sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkas dia. (hul)