BALIKPAPAN-Kans Persiba menembus babak delapan besar Liga 2 kian menipis. Pada matchweek ke sembilan, Beruang Madu menelan kekalahan tipis 0-1 atas Persewar Waropen, Rabu (24/11) sore.

Gol kemenangan Persewar Waropen dicetak oleh pemain naturalisasi, Mamadou Hady Bary, pada menit sembilan.

Pelatih Persiba Fakhri Husaini mengakui skuat arahahannya layak menelan kekalahan atas Persewar.

"Dengan permainan seperti tadi, kami (Persiba) memang layak kalah. Mereka (Persewar) mampu memaksimalkan satu-satunya peluang dengan baik," kata Fakhri.

Jika lawan mampu memaksimalkan satu-satunya peluang menjadi gol, kondisi sebaliknya justru dialami Persiba.

Sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol pada pertandingan di Stadion Batakan tersebut. Salah satunya adalah peluang emas M Rasul pada menit pertama.

Tinggal berhadapan dengan kiper Persewar, Barep Wahyudi, sepakan M Rasul terlalu lemah sehingga mampu diamankan.

"Peluang-peluang tersebut mestinya memang bisa berbuah gol," ungkap pelatih kelahiran Lhokseumawe ini.

Disinggung soal komposisi skuat Persiba, khususnya lini depan dan tengah yang kurang menjanjikan sepanjang kompetisi, ia tak menampik.

"Iya benar, saya melihat kami belum punya penyerang yang bisa jadi goal getter. Begitu juga lini tengah yang belum tampak kreatifitasnya," ungkap dia.

Gelandang, lanjut Fakhri terlalu sering memberikan bola gratis ke pemain lawan. "Hilang bola bukan karena direbut lawan, tapi karena kesalahan sendiri," ujar mantan pelatih tim sepak bola Aceh pada PON Papua 2020 kemarin.

Selain menipiskan peluang ke babak delapan besar, kekalahan atas Persewar Waropen ini juga membuat Bryan Cesar cs berpotensi terdegradasi.

Sebab, dua tim lain di bawah Persiba, yakni Mitra Kukar dan PSBS Biak yang mengoleksi 9 poin dan 8 poin, baru akan melakoni pertandingan ke sembilan, Kamis (25/11) sore.

Jika dua tim ini sukses memetik kemenangan, maka jarak poin dengan Persiba makin tipis. Satu-satunya cara, Persiba mesti memetik poin penuh atas Mitra Kukar pada partai terakhir pekam depan. (hul)