BERAU- Sebagai usaha untuk meningkatkan keandalan suplai tenaga listrik, PLN UP3 Berau melakukan dedieselisasi pada PLTD Gunung Sari, Berau. Dedieselisasi merupakan suatu upaya peningkatan keandalan listrik dengan dengan menghapus penggunaan pembangkit diesel dan menghubungkan sistem kelistrikan disana dengan sistem kelistrikan Tanjung Redeb, Selasa (16/11).

Sebelumnya, warga di Gunung Sari Berau dilistriki melalui sistem isolated dengan pembangkit berbahan bakar solar dengan kapasitas 990 kW. Kini, PLN telah menghentikan operasi PLTD Gunung Sari sehingga telah menghemat biaya konsumsi BBM sebesar 11.000 liter/bulan atau setara dengan 1,2 M /tahun. 

Selain menghemat konsumsi BBM, dedieselisasi juga menghemat biaya operasi PLTD. Sehingga PLN telah melakukan efisiensi biaya operasi sebesar 0,84 M/tahun

Manager PLN UP3 Berau, Deny Setyawan, mengatakan dengan dedieselisasi tersebut, listrik untuk pelanggan menjadi lebih andal.

“Saat ini 1135 pelanggan yang sebelumnya disuplai melalui PLTD Gunung Sari, sekarang bisa mendapat listrik yang lebih andal dari sistem Tanjung Redeb. Kedepannya juga ada potensi perluasan jaringan sehingga bisa melistriki masyarakat secara lebih luas”, kata Deny.

Potensi perluasan jaringan seperti yang dikatakan Deny antara lain adalah perluasan jaringan listrik desa di Kecamatan Segah, Tanjung Redeb yang  mencakup Desa Batu Rajang, Desa Sidung Indah, Desa Punan Malinau dan Desa Long Ayan dengan total pelanggan sejumlah 348.

Dengan telah bergabungnya Gunung Sari ke sistem grid Tanjung Redeb, kini Sistem kelistrikan Tanjung Redeb telah melistriki 42 Desa dari 5 Kecamatan di Berau yakni Kec Tanjung Redeb, Kec. Gunung Tabur, Kec Sambaliung, Kec. Teluk Bayur, dan Kec. Segah dengan daya mampu 27.8 MW dan beban puncak 25.5 MW. (mra/pro35)