Catatan; 

Oleh : Jenedi Abdilah, Supervisor Operasi Sistem 1 

PT PLN (Persero) UP2B Kalimantan

 

 

SUDAH bukan hal yang tabu, listrik menjadi bagian pokok yang mendampingi kehidupan manusia saat ini, gadget yang kita gunakan, televisi, kulkas, dan segala perangkat elektronik mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, aktifitas manusia tidak terlepas dari listrik. 

Begitu pentingnya listrik bagi kehidupan manusia, maka menjadi suatu yang wajib bagi perusahaan pengelola listrik untuk memberikan kualitas listrik yang terbaik bagi para penggunanya. Dan salah satu upaya PLN dalam memberikan kualitas listrik terbaik itu adalah dengan meningkatkan skill SDM pengatur kelistrikan dengan training yang mumpuni. 

PT PLN (Persero) kini sudah semakin canggih dan maju dalam pengelolaan tenaga listrik. Teknologi mukhtahir pun digunakan dalam keseharian perusahaan PLN dalam mengelola kelistrikannya, salah satunya adalah teknologi DTS atau Dispatcher Training Simulator. 

DTS adalah sebuah alat simulasi latihan bagi operator pengatur sistem tenaga listrik (sering disebut Dispatcher) untuk mensimulasikan berbagai kondisi sistem tenaga listrik mulai dari kondisi operasi normal setiap harinya hingga kondisi dengan situasi emergency. Pada awalnya sebelum era teknologi semakin canggih, kegiatan simulasi dalam sistem tenaga listrik amatlah sederhana, dengan hanya menggunakan peralatan dan metode hitung yang ringkas sistem tenaga listrik dapat dijalankan dengan baik. Namun, seiring perkembangan zaman sistem tenaga listrik menjadi besar serta kompleks, sehingga tidak dapat lagi dilakukan dengan metode dan perhitungan yang sederhana. Dengan teknologi tinggi inilah DTS menjawab tantangan tersebut.

Basis operasi DTS ini adalah dengan menggunakan software yang terintegrasi dengan master Scada yang ada di control center atau pusat pengaturan kontrol listrik. Ia melakukan peran ini dengan cara mensimulasikan perilaku operasi sistem tenaga listrik dengan inputan berbagai data, melakukan capture dan menghitungnya secara kompleks kemudian menampilkan dalam bentuk respon topology kelistrikan. Kegiatan simulasi ini bisa menghasilkan output dengan akurasi tinggi tanpa mengganggu pengoperasian realtime di waktu yang sama.

Dengan teknologi DTS ini, kemungkinan-kemungkinan dalam situasi emergency dapat disimulasikan jalan keluar dan dibuatkan prosedur pemulihannya sehingga dapat menghindari dampak padam yang lama dan kerugian-kerugian besar lainnya.

Pelatihan ini sendiri sudah sering dilaksanakan di lingkungan PT PLN (Persero), khususnya kali ini dilaksanakan di PT PLN (Persero) UP2B Kalimantan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan skill Dispatcher dalam mengoperasikan listrik agar para konsumen tetap nyaman dalam menggunakan listrik. Hingga bulan November 2021 ini PT PLN (Persero) UP2B Kalimantan sudah melaksanakan pelatihan DTS sebanyak 9 sesi pelatihan dengan diikuti 16 peserta dari Wilayah Kalimantan Timur, Selatan dan Tengah. 

Diharapkan pelatihan ini akan terus berlangsung dengan tetap mengikuti perkembangan teknologi dan zaman. Pelayanan listrik akan terasa handal dan nyaman di masyarakat jika dikelola dengan metode dan teknologi yang baik. Untuk itu PT PLN (Persero) terus berkembang menuju kemajuan era modern serta terus berinovasi dalam dunia teknologi demi menunjang tujuan menjadi perusahaan terkemuka se-Asia Tenggara dan #1 pilihan pelanggan untuk solusi energi. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. (mra/pro35)