BALIKPAPAN-Persaingan di Grup D, Liga 2, bakal memuncak pada matchweek ke 10 nanti. Nyaris seluruh tim di grup ini punya peluang yang sama besar, baik untuk menembus delapan besar, maupun terlempar ke Liga 3 musim depan.

Saat ini, pucuk pimpinan klasemen masih dikuasai Kalteng Putra yang mengumpulkan 13 poin, disusul Mitra Kukar, Persewar Waropen, Sulut United dan Persiba Balikpapan yang sama-sama mengoleksi 12 poin. Sedangkan posisi juru kunci dihuni PSBS Biak yang mengumpulkan 11 poin.

Jika sesuai jadwal yang dirilis PT LIB, Persiba bakal lebih dulu bertanding melawan Mitra Kukar di Stadion Batakan pada Rabu (1/12) sore. Selepas itu, Sulut United bakal gantian bentrok melawan Kalteng Putra.

Sehari setelah itu, Persewar Waropen yang tampil mengilap sepanjang putaran dua bakal jumpa sang saudara tua, PSBS Biak. Laga beda kepentingan ini dipastikan tak kalah sengit. Sebab, Persewar yang kini berada di posisi ketiga masih punya kans lolos ke delapan besar. Sedangkan PSBS Biak, wajib menang jika masih ingin bertahan di kasta kedua sepak bola Tanah Air musim depan.

Pelatih Persiba Fakhri Husaini berharap PT LIB bisa bijak menyikapi kondisi Grup D. Dengan persaingan yang begitu sengit, Fakhri menilai semestinya tiga laga di Grup D bisa digelar serentak.

“Saya akan coba usul ke manajemen Persiba agar bersurat ke PT LIB dan PSSI. Sebab, kita pasti ingin pertandingan berlangsung dengan fair play,” kata Fakhri selepas memimpin sesi latihan Persiba, Ahad (28/11) sore.

Pelatih 56 tahun ini meneruskan, dengan digelar bersamaan, maka potensi main mata juga bisa diminimalisasi. Apalagi, semua tim masih punya peluang yang sama besar, baik lolos ke delapan besar, maupun terdegradasi.

“Bisa saja nanti pertandingan lain dilangsungkan di Samarinda dan Tenggarong (Kukar),” ungkap pelatih kelahiran Lhokseumawe, Aceh ini. (hul)